• Desa Mengani, Kintamani, Bangli
  • admin@mengani.desa.id
INFO
  • Selamat Datang di Website Resmi Desa Mengani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Media komunikasi dan transparansi Pemerintah Desa Mengani untuk seluruh masyarakat.
  • Silahkan datang ke Kantor Desa Mengani meminta PIN jika Anda ingin melihat data yang terdaftar di Data Kependudukan, atau ingin melaporkan sesuatu ke Pemerintah Desa.

MEMOLES POTENSI MENGANI AGAR DIMINATI

10 Oktober 2018 admin-mengani Berita Desa
MEMOLES POTENSI MENGANI AGAR DIMINATI

Desa Mengani terletak di ujung Barat Laut Wilayah Kabupaten Bangli tepatnya di kawasan Kintamani Barat yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Badung. Adapun batas-batas wilayah Desa Mengani antara lain: Utara (Desa Batukaang, Kecamatan Kintamani), Timur (Desa Binyan, Ulian dan Bunutin Kecamatan Kintamani), Selatan dan Barat (Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung). Jika anda pernah berkunjung ke Jembatan Bangkung, Badung Utara maka Desa Mengani persis berlokasi di Sebelah Timur Banjar Belok dan Banjar Selantang (kawasan di Timur Jembatan Tukad Bangkung).

Hanya saja akses menuju Desa Mengani relatif sulit. Kendati secara geografis sangat dekat dengan jembatan Tukad Bangkung, Bila ingin menjangkau wilayah desa ini dengan kendaraan bermotor mesti memutar melalui Jalur Desa Catur-Pucak Penulisan. Jika dari arah Tukad Bangkung anda siap-siap masuk ke kanan pada pertigaan jalan pertama selepas stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) Catur. Anda bisa melihat petunjuk jalan yang ada. Jika dari arah Pura Pucak Penulisan, anda siap-siap masuk ke arah Kiri setelah melintasi di depan SMPN 2 Kintamani.

View wilayah Desa Mengani sangatlah menarik mengingat kawasan ini diapit dua perbukitan yang relatif lebih tinggi yakni perbukitan Kintamani di sebelah Timur, dan bila anda memotret view dengan background perbukitan Kintamani saat sunrise di pagi hari anda akan takjub dengan keindahan deretan pegunungan yakni Gunung Api Batur, Gunung Abang, dan Gunung Agung. Sementara itu disebelah barat ada perbukitan kawasan Baturiti-Bedugul, dan jika memotret lokasi pada saat sunset di Barat anda akan menemukan sensasi keindahan alam Bali. Sawah dengan background “lukisan” pegunungan segaris mulai dari Gunung Batukaru, Perbukitan Bedugul, Puncak Mangu dan Pucak Bon. Inilah keunikan view yang tak mungkin ditemukan ditempat lain. Bila ingin mengabadikan panorama Mengani dengan background laut bidikanlah kamera anda kearah Selatan, jika cuaca bagus maka bentangan laut Bali Selatan di kejauhan akan tertangkap.

Desa Mengani terdiri dari 230 KK dimana sebagian besar penduduknya menggeluti profesi petani ataupun buruh tani. Komoditi yang diusahakan untuk tanaman tahunan ada kopi, jeruk, kayu albesia, enau, bambu serta tanaman hutan lainnya. Tanaman jangkan pendek yang diusahakan warga Mengani ada tanaman gumitir, sayur-mayus (sayur hijau, kentang, kol, cabai kriting, cabai merah besar dan yang lainnya) ada padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat dan juga tanaman yang berkhasiat obat, seperti jahe, lengkuas, dan yang lainnya. Tanah yang subur dan iklim yang memadai menjadikan Mengani berpotensi menjadi penghasil buah-buahan. Potensi besar adalah buah pisang, secara historis saking besarnya potensi pisang Mengani pada tahun 1970-an hingga 1980-an sempat mrnghidupkan transaksi pasar pagi di Badung Utara yakni pasar Pelaga dan Pasar Belok. Namun, akibat dibukanya Pasar Catur, maka pisang Mengani dipasarkan ke Catur karena kemudahan transportasi maka pasar Pelaga dan Pasar Belok pun kini tinggal kenangan. Buah-buahan lain yang berpotensi dikembangkan adalah durian, manggis, pepaya, nenas, salak serta yang lainnya.

Mengani juga dikenal sebagai sentra penghasil kopi, karenanya di desa yang letaknya terisolasi atau paling sudut didirikan pabrik pengolahan kopi oleh PT Perkebunan XXVI pada masa lalu yang saat ini sudah diakuisisi oleh Pemkab Bangli. Kenyataan ini menginspirasi pasangan Bupati Bangli terpilih Made Gianyar-Sedana Arta merencanakan pembangunan Desa Mengani sebagai model pengembangan agroindustri dan agrowisata. Pemkab Bangli telah bekerjasama dengan Universitas Gajah Madja Yogyakarta untuk mengali mutiara-mutiara terpendam yang ada didesa tersebut. Gayung bersambut antara kebijakan Pemkab Bangli dengan inisiatif masyarakat desa, Pemerintahan Desa Mengani yang dikomandani Perbekel I Ketut Armawan, S.Sos dan dibantu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Mengani yang diketuai I Made Sarjana, SP.,M.Sc. pun mulai menemukenali potensi desanya untuk “dijual” sebagai atraksi wisata. Dibantu  Forum Peduli Bangli yakni Komang Karwijaya, Putu Suiraoka, Gede Parta Wijaya, dan Komang Sutapa satu persatu potensi Mengani mulai dipoles. Semoga nantinya kekayaan alam, budaya, dan buatan manusia di Mengani mampu menarik minat para wisatawan. (desar)

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar